?

Log in

No account? Create an account
DongPhil luvluv
22 August 2012 @ 10:20 pm
temans...
(y kali2 ada yang baca ^^)

first, biarkan dakuw berkata...

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR BATHIN yooo

hmm... pengen crita lebaran pertama kmaren, smoga gada sodara2 gue sbg pelaku adegan2 disini yang baca tulisan ini.

jadi, berhubung grandpars (kakek-nenek) gue lagi di rumah gue dr semenjak puasa, jadilah lebaran kmaren rumah gue kbagian yang disambangi.
seneng?
ya iya...
tapi booooo...
sbagaimana kluarga besar dr bokap gue yang (nampaknya) doyan makan, jadi aja deh gue nempel di tempat cuci piring. namanya sebab akibat kan y booo, scara adegan makan dihari itu tyada henti, soooo berimbas juga dong sama adegan nyuci piringnyah. huweeeeh... ampe muak gue liat piring/gelas/sendok. amaze deh gue sama kekuatan nafsu makan kluarga besar gue yang seakan abis pada kompakan nyangkul lahan berhektar2...

yaaaaa, takapalah ya jreng
ga stiap hari ini yak

udeh ah, mau maen Farm Town lagi inih eyke...
guthbaiiiiiii...
Tags:
 
 
Current Location: ruang tamu
Current Mood: fullfull
Current Music: 아기 코끼리 by Ji Hyunwoo
 
 
DongPhil luvluv
30 April 2012 @ 02:37 pm
buat yang cari tiket Laruku/Larc en Ciel kelas Premium Festival, ada 2 biji nih, Rp 900k/each.
Buat yg minat bs lsg PM aje ^^


Posted via m.livejournal.com.

 
 
DongPhil luvluv
02 April 2012 @ 09:48 pm
Owkai, kali ini buku fantasi keluaran Atria. Gue beli diskonan pas JBF 2011. Langsung 2 volume. Bahagia, dapet buku murah. Hihihi… Baru sempet baca sekarang…

Judul : Pria Cilik Merdeka ( The Wee Free Man)
Penulis : Terry Pratchett (2003)
Penerbit : Atria (2007)
Halaman : 454 + 2 lampiran



[CRIVENS!]


Sinopsis :

CRIVENS! Bagaimana dengan kami, dasar dungu!”

Ada masalah di pertanian keluarga Aching. Mimpi-mimpi buruk menyebar turun dari atas bukit dan adik laki-laki Tiffany Aching diculik. Untuk menemukan adiknya kembali, Tiffany melengkapi diri dengan sebuah senjata (panic penggorengan), buku mantra milik neneknya (sebetulnya sih buku Penyakit-penyakit Domba)-dan kaum Nac Mac Feegle, para Pria Cilik Merdeka. Mereka manusia cilik berkulit biru yang gemar berkelahi, mencuri, dan telah diusir dari Negeri Dongeng karena suka mabuk dan sulit diatur...

nbsp;        Dari segi cerita emang favorit gue banget, fantasi petualangan dan nggak biasa. Cerita tentang Tiffany Aching, cewek pembuat keju, yang berpetualang mencari adiknya , Wentworth Aching, yang diculik Ratu. Tiffany dibantu para Pria Cilik Merdeka yang ternyata merupakan kenalan sang nenek. Tak lupa seekor kodok yang ternyata adalah pengacara yang dikutuk oleh penyihir yang marah.

nbsp;        Tiffany sebenarnya ingin sekali jadi penyihir dan memang dirinya diberi anugrah kecerdasan seorang penyihir. Tiffany memiliki Pandangan Pertama dan Pikiran Kedua. Dan semua ingatannya tentang neneknya (dan buku Penyakit-penyakit Domba tentunya), ternyata membantunya untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Bahkan secara tak sengaja, Tiffany menyelamatkan putra Baronnya.

nbsp;        Walau nggak sampe mengocok perut, tapi si gue lumayan ngikik sih bacanya. Lucu aja percakapan antara Tiffany dan si kodok, atau cara author nyeritain Wentworth yang selalu lengket. Beberapa terjemahan untuk kata-kata yang diucapin para Nac Mac Feegle juga menurut gue lucu.

nbsp;        Namanya juga fantasi ye, bebas lah ya kalok critanya ajaib pisan. Ada beberapa bagian yang harus gue ulang bacanya (karena dari SMP slalu pake motode cepat, suka ada bagian yang nggak kebaca) baru ngeh. Hehehe… Terutama bagian battle, pasti suka gue loncat bacanya.

nbsp;        Sbenernya, si gue yang ga gahol apa emang ni buku nggak edar di toko buku besar yes? Rasanya nggak pernah nemuin aja. Makanya waktu itu liat di stand Serambi kok ada buku fantasi diobral, langsung lah si gue menyergap.

nbsp;      Kalo liat covernya sih agak serem yeh… Malah tadinya sempet ragu ini buku serius apa gimana (macam waktu liat Sea of the Troll itu lah). Tapi baca sinopsis belakang bikin langsung kalap. Kalap beli doang… Bacanya mah kapan-kapan, yang penting diskon,  hehehe…

nbsp;        Kali-kali ada yang minat sama ni buku setelah baca review-an dari gue ini n cari di toko buku yang ‘itu’ gada, coba cari aja langsung ke penerbitnya. Atau malah jadi nggak tertarik sama ni buku gegara cara si gue nyeritainnya, ya maap… Namanya juga si gue… Sekian dan terima gaji ^^

 
 
Current Location: im here...
Current Mood: refreshedrefreshed
Current Music: marmalade - gackt
 
 
DongPhil luvluv
31 March 2012 @ 07:34 pm
yay... yay... yay...
Tanjoubi omedetto totchiiiii...
Smoga tetap awetssss sama kaoru...
*dunia fangirl*
Tags: , ,
 
 
Current Location: between Totchi n Kaoru
Current Mood: happyhappy
Current Music: myaku - dir en grey
 
 
DongPhil luvluv
27 March 2012 @ 08:53 pm
Hehehe… Kali-kali ada yang khilaf baca semua review-an buku dari gue, tolong diingat, isinya pasti biased, alias pasti yang gue tulis ya menurut gue banget Logikanya, manalah mau gue beli buku yang nggak bagus (dimata gue…) Ya nggak? Ya kan? Ya dong??? Jadi, kalok ntar ada yang beli salah satu buku yang gue review dimari trus bilang jelek, yaaa salah ndiri (harusnya tuh percaya sama Tuhan, bukan sama saia…) *kabur yuk*

Kali ini mau bahas buku modern dengan ide klasik, siapa yang gatau Beauty and the Beast? Keren! Skali lagi biar manteb, K.E.R.E.N abeeeeeesssshhh…

Judul : Beastly
Penulis : Alex Flinn (2007)
Penerbit : Mizan (2011)
Halaman : 404 + 5 lampiran

[Kyle ganteng ^^]













Sinopsis :

Kau akan tahu bagaimana rasanya jadi buruk rupa, seburuk hatimu. Kalau kau berhasil belajar dari kesalahanmu, kau bisa mematahkan mantraku. Kalau tidak, kau akan hidup dengan hukumanmu. Menjadi monster, selamanya”

Kyle cowok paling tajir dan popular di sekolahnya. Dia nggak mau turun ‘derajat’ dengan bergaul sama anak-anak culun dan nggak popular. Menindas dan mengejek anak-anak culun adalah hiburan sehari-harinya. Karena keangkuhannya, penyihir mengutuk Kyle menjadi makhluk buruk rupa. Sesosok monster yang ditakuti teman-temannya, bahkan ayahnya sendiri pun membuangnya. Kutukan itu bisa terurai apabila Kyle bisa menemukan gadis yang mencintai dia apa adanya. Gadis yang bisa melihat kebaikan di balik keburukan.
            Hanya Lindy satu-satunya harapan Kyle. Lindy, gadis biasa dan miskin yang sempat diberinya sekuntum mawar. Gadis yang dulu tak pernah diliriknya dan menjadi sasaran ejekannya. Namun, setelah Kyle berhasil membawa Lindy ke rumahnya, gadis itu tetap tak tertarik. Lindy tak suka baju, tas, ataupun make up. Sekamar penuh barang-barang bermerk pun tak diliriknya. Lindy bahkan merasa, Kyle telah menculik dan memaksanya. Bagaimana Kyle bisa mendekati lindy?
            Beastly, saduran kontemporer dari Beauty and the Beast, meramu nuansa modern dan klasik dengan sangat indah. Romansa cinta yang tak lekang oleh waktu.

                    Menyebut siapa pengarang awal kisah ini agak susah. Paling tidak, ada beberapa nama yang bisa disebut sebagai pembuat kisah ini, salah satunya adalah yang sebelumnya gue bahas, yaitu mbah Grimm bersaudara. Masing-masing penulis pun punya poin tersendiri untuk tokoh Beauty, Beast, atau bahkan pada konflik. Versi Disney mungkin yang paling smooth scara tontonan anak-anak.
                    Yang menarik buat gue adalah nih buku udah ada juga versi filmnya (2011). Dan keduanya amat sangat gue adore sampe ileran liat tokoh Kyle-nya. Hehehe… Ya tentulah versi buku dan film bakal beda, tapi gue suka, suka, suka banget sama keduanya.
                    Halaman pertama (6 halaman) isinya adalah chatting-an antara 5 orang (Mr. Anderson, BeastNYC, SILENTMAID, Froggie, dan Grizzlyguy) dengan masalahnya masing-masing. Pertama baca gue bingung dong trus pegangan karena ada banyak nama disitu. Trus pas nerusin baca, baru ngeh siapa-siapa aja yang lagi ngobrol itu. Lucu aja isi obrolan mereka. Cerita dongeng tapi dimodernisasi. Macam Grizzlguy yang curhat karena bingung harus pilih RoseRed or SnowWhite. Di setiap akhir bab, obrolan dunia maya ini slalu nongol sampe nggak sadar kalok ini adalah salah satu bagian yang gue tunggu.
                    Masuk ke cerita utama barulah tentang Kyle Kingsbury (di film jadi Kyle Kingson diperanin sama Alex Pettyfer), cowok guanteng dan tuajier gheela  tapi sombongnya amit-amitan bener, dan Linda “Lindy” Owens (di film, Linda Taylor diperankan oleh Vanessa Hudgens), jenis cewek yang nggak akan pernah dilirik Kyle, tadinya…
                    Kesombongan Kyle pun runtuh setelah Kendra Hilferty (Mary-Kate Olsen, di film), cewek Gothic yang ternyata penyihir, mengutuk Kyle jadi super buruk rupa dan akan hilang kutukannya ketika ada cewek yang mencintai Kyle dengan tulus dalam waktu yang ditentukan Kendra.
                    Sebenarnya Kyle dan Lindy adalah sama-sama anak yang kurang kasih sayang orang tua. Ayah mereka adalah orang tua tunggal. Bedanya, ayah Kyle, yang lebih sombong lagi dari Kyle, tentu aja malu punya anak yang berubah jadi seram sampe Kyle diungsikan di rumah khusus untuknya bersama Will Fratalli (guru privat yang tuna netra, diperankan oleh Neil Patrick Harris) dan Magda (asisten rumah tangga, yang kalo di film tokoh ini ntah knapa berganti nama jadi Zola dan diperankan oleh Lisagay Hamilton). Sedangkan ayah Lindy adalah pemabuk kelas berat yang suka mengonsumsi narkoba dan menjual narkoba, bahkan lebih memilih narkoba dan “menjual” Lindy.
                    Setelah dikutuk, Kyle pun keluar dari sekolah dan mengganti namanya menjadi Adrian King (di film, Hunter). Karena satu hal, Lindy pun akhirnya tinggal bersama Kyle di rumah ungsiannya. Kyle pun berusaha agar Lindy mencintainya. Sebenernya bukan hanya agar wajah Kyle berubah jadi ganteng lagi, tapi secara nggak langsung, Kyle yang mulai berubah sifat dengam mulai peduli dengan sesama, akan bisa menolong Will dan Magda.
                    Alur ceritanya cepet, bikin gue pun nggak bisa untuk menunda sebentar. Trus rasa penasaran sama endingnya pun bikin gue terus ngebaca, padahal kalau dipikir kan udah jelas ya? Jadi aja si gue tidur hampir dini hari karena mulai baca pun udah sekitar jam 8 malem. Romantiiiiiiis… (sudah 2x baca habis buku ini ^^v)
                    Filmnya gue bilang malah jadi versi yang jauh lebih halus dibanding versi buku. Kyle nggak sejahat di buku. Ganteng berat *kibas poni* dan suekseh… Kurang sombong sayangnya. Pas dikutuk pun kalau gue bilang malah nggak serem dengan tato macam tribal atau apalah itu disekujur kepala botak dan badannya, untuk jaman begini malah justru keren-keren aja (dan tetep… GANTENG!!!) padahal di buku ditulis berbulu, bertaring, dan bercakar macam Beast versi Disney gitulah. Vanessa terlalu cantik buat jadi Lindy, kurang ‘biasa’ menurut gue. Ayah Kyle dan ayah Lindy juga nggak sejahat di buku. Om Doggie Howser a.k.a. Neil Patrick cocok banget jadi Will, lucu n tengilnya dapet. Apalagi pas kompakan sama Zola. Tapi yang keren tuh yah si Kendra. Takjub berat si gue liat kostum en mekapnya Mary-Kate. Pembawaan doi juga asik banget sebagai cewek misterius. Sukaaaa banget pas doi nongol dengan rambut pendek rata sekuping dengan rok megar. Versi buku, Kendra itu cewek gendut lhoo dan dandanannya macam anak Hogwarts slalu jubah, walau jadi semakin cantik seiring dia sering menghantui Kyle. Endingnya pun bikin si gue ngulang sampai puluhan kali saking sweetnya. Bahkan saat gue nulis ini pun, gue ngulang lagi bagian terakhir kira-kira 6 kali, hehehe…

Dan oh ya, gara-gara foto yang gue posting ini, gue bisa menang kuis dari Mizan. Eheeee…
baiklah, sgitu aja bahasan dari saia, kurang lebihnya saia minta kembalian, sekian dan terima gaji...





 
 
Current Location: here
Current Mood: creativecreative
Current Music: you and i - park bom
 
 
 
DongPhil luvluv
23 March 2012 @ 11:22 pm
hmm.. balik lagi gue...
hari ini ngebahas buku dongeng ajyah, buku dongengnya mbah Grimm bersaudara.
yuuuk, capsuseyo...

Judul : Grimm’s Tales for Young and Old (Dongeng dan Cerita Grimm Bersaudara)
Penulis : (jelaslah!) Jacob Grimm & Wilhelm Grimm (1977)
Penerbit : Abdi Tandur (2010)
Halaman : 666 halaman (keren yah? Triple Six euy ^^ )


[grimm]

Sinopsis : -


          Sesuai judulnya yang tidak menuliskan 'for kids' atau 'for child' tapi malah ‘young and old’, jelas dong ya jangan deh anak-anak bukan kategori 'young' disuruh baca. Hehehe... Ada alasannya soal ini.
          Pertama baca buku ini bener-bener bikin si gue mikir. Bukan... Bukan karena nggak bisa baca. Bukan juga karena disetiap bab-nya disuruh jawab pertanyaan layaknya soal ujian. Walau akhirnya ya, mnikmati juga ^^
          Judulnya kan dongeng yah... Jadi gue ngira bakal menikmati dongeng indah bertaburan pangeran ganteng, putri cantik, naga yang bukan cuma bisa nyembur-nyembur api dikala iseng melanda tapi juga bisa ngomong, happily-ever-after ending, or apalah yang manis-manis gitu.
          Nah, ternyata oh ternyata...
          Iya sih bener yang tadi gue sebutin emang ada, tapiiiii... Ceritanya itu lho yang menurut gue, skali lagi, menurut gue malah jadi mengarah ke sadism, hahaha... Kenapa?
          Di buku ini, berdasarkan kesimpulan gue secara sederhana cuma ada 2 tokoh, baik dan jahat. Orang baik pasti selalu dijahatin sampe dia menderita SEmenderitanya trus nanti bahagia. Dan si tokoh jahat (yang tentu aja jahat tyada akhir) dapet hukuman yang WAW sadisnya macam diseret kuda or dikarungin penuh paku. Dan itu bener-bener diceritain cara nyiksanya. Jadi bukan penyadaran bahwa tindakannya salah. Cuma ada beberapa cerita yang si jahat dan si baik damai. Belum lagi tentang adegan bunuh sana dan bunuh sini, trus makan jantung segala, hihihi... Ntah emang naskah aslinya yang emang (sekejam) begitu, or bahasa terjemahannya yang terlalu vulgar.
         
          Ceritanya beragam, ada yang tentang manusia, hewan, atau benda. Trus, beberapa cerita punya awal yang mirip-mirip, bahkan plek sama, dengan akhir yang beda. Kreatif banget deh mbah Jacob dan mbah Wilhelm ini. Dari 1 awal cerita bisa jadi banyak akhir. Setiap judulnya juga punya macem-macem cerita. Ada yang sedih, ada yang bikin manggut-manggut, ada yang bikin alis mengerut, atau ada juga yang malah bikin gemes sama kesabaran si tokoh utama yang seakan tiada batas.
          Oh ya, buku ini memuat banyak banget cerita, sekitar 200-an judul. Jadi bisa banget nih kalau anak sekolah dapat tugas nyeritain dongeng trus ambil dari buku ini dan bukan judul yang itu-itu aja. Atau kalau pun mau didongengin ke balita, diedit dulu aja dikit cerita akhirnya yang sekiranya dirasa sadis dengan bahasa yang halus. Karena emang lumayan banget buat bahan dongeng-an.
          Gue sendiri sih suka-suka aja sama ni buku, karena bisa nambah pengetahuan banget kalau dongeng Grimm bersaudara itu bukan cuma Rapunzel, Hansel & Gretel, Rumpelstiltskin  atau Snow White ajah. Trus, suka aja sama aura 'gelap' nya. Buat bacaan diangkot juga bikin si gue nggak merutuki kemacetan, paling cuma dilirikin orang aja tiap ngeluarin ni buku dari tas (mari kita anggap bahwa mereka iri ngeliat gue punya bahan bacaan dan mereka nggak, ehe...). Dan pastinya oke banget buat nambah-nambah isi lemari si gue, hehehe… 

PS : lagi-lagi nggak inget harganya berapa, hehehe.. tapi kayaknya diatas 100k deh.





 
 
Current Location: ma bed
Current Mood: calmcalm
Current Music: 2ne1 - Lonely
 
 
DongPhil luvluv
22 March 2012 @ 09:40 pm
Udah lama pengen bikin rewiew-an tentang buku-buku yang gue baca. Tetapi rasa malas memenangkan segalanya ^^
Alhasil gue nggak kunjung nulis, hehehe...
Dan karena saia awam, mohon kalau ada kurang-kurang, ditambahin… wkwkwk…

Kali ini gue mau ngebahas:

Judul : The Sea of Trolls
Penulis : Nancy Farmer (2006)
Penerbit : Matahati (2007)
Halaman : 534 + 5 lampiran


[Troll]

Sinopsis (bagian belakang buku) :

     Di tahun 773, sekelompok prajurit terkuat Viking (berserker) menyerang pantai Inggris. Semua desa yang mereka lalui dihancurkan. Jack dan adiknya, Lucy, menjadi tawanan mereka.

     Ternyata takdir memilih jalan yang berbeda. Ditemani Olaf One Brow dan Thorgil si Prajurit Perawan, Jack melakukan perjalanan ke negeri Troll, Jotunheim. Misi mereka akan menentukan nasib seluruh berserker. Dapatkah Jack mengikuti jejak Odin, dewa terkuat bangsa Viking?



          Sebenernya gue beli ni buku udah dari tahun 2010. Apa daya terlalu banyak yang harus dibaca/didengar/dikerjakan (sok sibuk, critanyah) jadi baru kebaca tahun ini ^^ , yaitu 2 tahun brikutnya aja booo. Untung bukunya nggak lumutan.
         Waktu ngeliat covernya kok kayak gelap-gelap gmn gtu. Rasa ragu pun merasuk sukma, bingung pun melanda (astaga, ini review apa dramah?? LEBEH!!!!) ini buku masuk kategori fantasi anak ato buku serius? Scara si gue itu paling males mikir kalok ternyata ni buku masuk kategori serius. Tapi pas baca sinopsis di belakangnya langsung aja mutusin beli. Seneng aja sama yang berhubungan sama Skandinavia dan dewa-dewanya.

          Oke, sekarang gue cerita dulu tentang jalan ceritanya yes.
         Seperti tadi udah disinggung di sinopsis bukunya, isinya tentang petualangan Jack (atau bisa gue bilang, pertahanan hidup Jack) diantara para berserker super kasar dan nggak segan-segan bertindak kejam.
        Desa Jack yang aman tentram, secara tiba-tiba diserang berserker dan mereka menawan Lucy, adik perempuan Jack, dan Jack, setelah memporakporandakan desa. Jack dan Lucy pun jadi tawanan bangsa Viking ini. Jack menjadi tawanan Olaf One Brow dan Lucy menjadi tawanan Thorgil sang Prajurit Perawan untuk dipersembahkan kepada Ratu Frith, ratu setengah Troll yang membuat Raja Ivar kehilangan kewarasannya, agar dirinya diangkat menjadi berserkernya.
          Jack pun berusaha agar Lucy tak berpisah darinya, bahkan secara tak sengaja memanfaatkan keahliannya ber-Ode agar Olaf tak menjualnya. Sebelumnya Jack adalah murid seorang Bard, alias semacam 'orang pintar' di desanya. Jack pun menjadi budak Olaf, dipekerjakan sebagai Bard pribadinya.
          Ketika mengunjungi Raja Ivar, Jack tak sengaja ‘menyihir’ Ratu Frith ke bentuk asalnya sehingga membuat sang ratu pun naik pitam. Ratu mengancam akan mempersembahkan Lucy kepada Freya jika Jack tak mengembalikan kecantikannya. Masalahnya, manalah Jack tau cara mengembalikan kecantikan sang Ratu setengah Troll itu, namanya juga nggak sengaja… Dan Olaf pun mengetahui cara agar Jack dapat menyelamatkan Lucy walau harus menghadang bahaya sekalipun.
          Dimulailah petualangan menuju Jotunheim demi Lucy. Petualangan penuh naga, Trool, dan makhluk lainnya harus dihadapi Jack, Olaf dan anak buahnya. Misi ini pun akhirnya malah membuat pendapat Jack tentang Olaf, Thorgil, maupun bangsa Northmen berubah.
          APAKAH… Lucy bisa diselamatkan? *nada silet*
          APAKAH… yang membuat pendapat Jack berubah?
         Sudah… beli dulu sanah… (Jangaan… Jangan pake treak, ‘Ayamkuuuuu…’ please…)
          Atau mau pinjem sama si gue? Bayar!!!! *pelit*

          Nah, mari kita bahas dari segi bahasa terjemahan. Banyak kata-kata aneh bertebaran. Kata-kata dalam bahasa Saxon atau pun bahasa Northmen yang nggak langsung diterjemahkan. Jadi rada ngernyit juga ngartiinnya. Belum lagi cara bacanya karena hurufnya terdiri dari konsonan beberapa biji, macam Yggdrassil ,gimana hayooo bacanya???
         Untungnya… ada beberapa catatan kaki yang ngejelasin tentang legenda-legenda itu macam Valhalla, Hel, Skald, dll dll. Lumayan menambah pengetahuan jugalah.
          Selebihnya sih penuturan kalimat-kalimatnya nggak masalah buat gue (somboooong…) karena emang oke-oke aja.

           Alurnya? Awalnya lambat sih menurut gue, tapi makin kebelakang mulai cepet. Dan menurut gue, menurut gue lho ya iniiii, untuk buku setebal ini nggak ngebosenin bacanya. Si gue kelar baca 2 hari, yang mana hari pertama cumak 2 bab saja, sisanya dikelarin dihari berikutnya. (Sumpah!!!! Si gue bukan endorser dari buku ini koook. Hanya berpendapat…)

So, kalau emang suka cerita fantasi tentang Viking, buku ini bisa kok jadi penambah koleksi. Hehehe...

PS : Jangan tanya harga yah, lupak! >,<

Review buku selanjutnya?
Ntah kapan lah… ^^
Sekian dan terima gaji...

           

 
 
Current Location: ma bed
Current Mood: happyhappy
Current Music: Harry Potter in winter
 
 
DongPhil luvluv
09 September 2009 @ 01:44 am
Fashion brand community - poupeegirl
by poupeegirl
 
 
DongPhil luvluv
ahiak... 18 taon itu waktu yg luama buangeth yaaaaaaaaaa... nah jumat kmaren g AKHIRNYA g janjian sama temen2 SD g, FYI, g SD ada di 2 tempat, maksudnya, kelas 1-3 g di SD lain, n 4-6 SD g lain lagi... nah... g ga da masalah sama memory g bareng temen2 SD yg dr kelas 4-6, yg bermasalah adalah yg kls 1-3, g bener2 ga banyak inget
soooo... berkat teknologi PESBUK, seorang temen dr SD pertama ternyata mencari g, hohoho, akhirnya kita janjian ktemuan. ah senangnya...
yg parah, saat seorang temen g yg lain dateng, kita ngobrol2 dan akhirnya menemukan fakta yg mengejutkan namun tolol... ternyata kita 1 SMA, 1 kelas pula waktu kls 3, hahaha... kok kita sama2 ga inget y????? parah...
anyway... im sooooooooooooooooo happy... sampe pengen nagis rasanya... betapa mreka inget g, tp g malah lupa...

trus ada yg tolol banget, sebelum g ktemuan ama yg laen, g jalan duluan ama 1 org temen g yg emang dulu CS-an g banget... nah di lift yg tadinya penuw akhirnya tinggal ada 5 orang [g, temen g, n 3 org yg keknya emang 1 rombongan], dan tibalah di suatu lantai, pintu lift kebuka, di luar ada cewek yg kayaknya ragu mu masuk ato ga, dan dia baru panik saat pintu lift mau ktutup... n GUESS WHAT??? kita yg didalem lift gada lho yg berinisiatif buat nahan pintu lift buat tetep kebuka!!!! sampe tu pintu ktutup lg n kita dgr suara cewek itu menyumpah2... abis itu kita diem semua trus ngakak sengakak-ngakaknya... walo ga kenal...
akhirnya pas udah kelar ketawa, salah satu dari yg 3 itu majuin tangannya ke arah tombol sambil bilang dgn nada polos 'nih, liat, ga sampe kan?', yg dia majuin tangannya doang, pdhl kalo badannya ikut maju sih bakal kepencet juga, hihihi... masih geli g kalo inget
amazing aja btapa kita yg didalem lift gada yg peduli sama orang yg diluar, bgitupun sama yg mau naik, kok ga cepet2 masuk, huahahaha...

ah sialan, ga bs masuk RS, gara2 jam besuk abis... kasian mak g nih, ndirian...
huhuhu...



 
 
Current Location: here...
Current Mood: chipperchipper
Current Music: reset [by SuJu]
 
 
DongPhil luvluv
22 November 2008 @ 02:23 pm




one friend sent me this, just look and feel it...
 
 
Current Location: here
Current Mood: calmcalm
Current Music: tong hua